14 thoughts on “Hukum Islam di Indonesia

  1. kelompok 1 : joko sutrisno ( B1A012466 ), ade prayudy ( B1A012471 ), Ayunintya sandra dewi ( B1A012403 ), Pitriyantie ( B1A012419 ), Rahmi yani ( B1A010519 ), Ruri widya puspita ( B1A010543 ), Arini L.C ( B1A010509 ) on said:

    Kami setuju dengan pendapat yang ketiga meskipun pendapat ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan nya antara lain :
    a.kelebihan :
    -lebih menjamin kerukunan antar warga negara maupaun pemeluk umat beragama yang berbeda dalam suatau negara.
    Terutama di indonesia yang berdasar kan pancasila terutama sila ke 3.

    b.kekurangan :
    -ketika suatu negara menyatakan diri untuk mengaplikasikan hukum islam atau syariat islam, maka secara otomatis sudah mempunyai konsekuensi hukum taklifi yakni pembebanan hukum yang di perintahkan oleh allah yang apabila hukum taklifi ini tidak di laksanakan sudah ada sanksi dosa.

  2. Nama kelompok1. B1A010537 HEILYN HANDAYANI W.E2. B1A010514 DICKY EKA PUTRA3. B1A010455 NUR ARINDA4. B1A008561 HANAFI5. B1A008660 M.RIZALI RAHMAN6. B1A009547 MASRANI7. B1A010495 RAGIL SAPUTRA. Aliran 1. Islam agama yang sempurna, lengkap dengan pengaturan segala aspek kehidupan termasuk dalam bernegara, dalam bernegara harus memakai sistem ketatanegaraan Islam, tidak meniru ketatanegaraan barat.Ajaran Islam sempurna mengingat Islam sebagai agama terakhir telah disempurnakan Oleh ALLAH sehingga mencakup berbagai dimensi kehidupan baik akidah, politik, kemasyarakatan, kebudayaan, pertahanan dan keamanan, sosial kemasyarakatan, ekonomi Dan sebagainya.Yang dimaksud dengan Islam agama yang sempurna adalah memiliki sifat-sifat Dasar yaitu kesempurnaan,penuh nikmat, diridhai Dan sesuai dengan fitrah.Islam merupakan agama yang sempurna berarti lengkap, menyeluruh Dan mencakup berarti lengkap, menyeluruh Dan mencakup segala Hal yang diperlukan bagi panduan hidup manusia.Islam adalah sistem yang menyeluruh, mencakup,seluruh sisi kehidupan, ia adalah Negara Dan tanah air, pemerintah Dan umat, akhlaq Dan kekuatan, keadilan, peradaban Dan undang-undang, ilmu Dan peradilan, materi Dan kekayaan alam,jihad Dan dakwah.Sifat dasarnya bahwa Islam sebagai agama yang sempurna yaitu hukum yang digunakan adalah hukum Islam itu sendiri dan dalam bernegarapun Islam harus memakai Dan menggunakan aturan hukum Islam Dan tidak boleh meniru ketatanegaraan barat berarti disini ada kekhususan hukum tidak boleh dicampur dengan hukum lainnya.Jadi pada intinya : Islam agama yang sempurna. Kekurangannya tidak bisa diterapkan di Indonesia karena di Indonesia hanya mayoritas saja Dan disitu bukan agama Islam saja tetapi bermacam macam agama.Kelebihannya memang bagus diterapkan hukum Islam itu bersifat sangat adil bagi warga negara.

  3. Nama Kelompok:
    1. Saadillah Khairi B1A 012 402
    2. Rosaliana devi B1A 012 404
    3. Sri Rahayu B1A 012 417
    4. Vicky Noval P.S B1A 012 420
    5. M.Aditiya Yanuari B1A 012 412
    6. Syahri Ramadhan B1A 012 405
    7. M.Tovan Asia B1A 012 437
    8. Alfian Noor B1A 012 413

    Negara Sekuler Turki

    Kelompok kami mengambil bahan aliran kedua yang mana aliran yang tidak mencampur adukkan urusan agama dan ketatanegaraan.Contoh nya negara Turki, Negara Turki dikatakan negara sekuler yang mana pengertian dari negara sekuler

    Negara Sekuler adalah salah satu konsep sekularisme. Dimana sebuah negara menjadi netral dalam permasalahan agama. Dan tidak mendukung orang beragama maupun orang yang tidak beragama. Hal ini sejalan dengan perubahan sistem ketatanegaraan di turki mulai menghapuskan institusi keagamaan dalam pemerintahan,yaitu:
    1. Dihapuskannya biro saikhul Islam yang dulunya mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan dan melegitimasi kebijakan – kebijakan sultan
    2. Kementrian syariat yang didirikan oleh partai nasionalis oleh Mustafa kemal di hapuskan.
    3. Dalam rangka merasionalisasikan Islam Mustafa kemal mengusahakan menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa turki dengan maksud agar mudah dipahami selain itu Adzan juga di lakukan dengan bahasa turki

    Maka menurut kami negara sekuler turki memperlakukan semua penduduknya sederajat meskipun agama mereka berbeda – beda dan juga menyatakan tidak melakukan diskriminasi terhadap penduduk beragama tertentu. Negara turki juga tidak memiliki agama nasional.

    Negara sekuler turki di definisikan melindungi keharusan beragama. Juga di deskripsikan sebagai negara yang mencegah agama ikut campur dalam masalah pemerintahan, dan mencegah agama menguasai pemerintahan atau kekuasaan politik.

  4. Tugas Hukum islam 02/11/2013
    Nama & nim kelompok :
    1. M.Rizki akbari : B1A010502
    2. Rahmad dani : B1A010414
    3. Irwan Setiawan : B1A010534
    4. Gusti M.R : B1A010412
    5. Marisa Damayanti : B1A010542
    6. Aries Setiawan. : B1A010491
    7. M. Gazali. : B1A010481

    1. soal
    Menolak islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak islam sebagai pengertian berat yang hanya memerlukan hubungan manusia dengan tuhan. Islam menurut aturan ini tidak terdapat system ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat nilai etika kehidupan bernegara.

    Jawaban :
    - karena bangsa indonesia tidak menerapkan syariat islam, yang mana indonesia memakai dasar bhinneka tunggal ika. Banyak kepercayan di indonesia yang mana tidak hanya islam saja. Sehingga agama islam dipandang agama yang tidak lengkap, yang semata mata menghubungkan manusia dengan tuhan.

    A. Kelebihannya
    - islam tidak pernah memaksakan kepercayaan kepada umat yang lain
    - islam merupakan rahmatan lil alamin
    - merupakan agama yang damai
    - aturan yang mengikatnya untuk mengarahkan umat kejalan yang benar

    B. Kekurangannya
    - umat yang salah dalam Penafsiran jihad
    - islam hanya memikirkan hubungan dengan tuhan saja
    - persatuan antar pemeluk agama islam yang kurang solid
    - banyak nya perbedaan antar ahli fiqih.

    Islam tidak terdapat dalam system ketatanegaraan namun terdapat seperangkat etika kehidupan bernegara sebab dalam tata negara kita tidak melaksanakan syariah islam sehingga hanya tertanam dalam kebiasan hidup antar manusia saja, yang mana sudah menjadi adat atau kebiasaan. Mayoritas indonesia umat islam pemeluk agamanya. Kebanyakan moral dan etika tidak lepas dari ajaran islam.

  5. NAMA ANGGOTA :
    NAMA : KHAIRUNNISA B1A010477
    ELI ERNAWATI B1A010448
    MATROSUL B1A010458
    SETIA BUDI B1A010529
    M. FATHUL MUBIN B1A010526
    M. AKBAR B1A010450
    RICKY Z. HAKIM B1A010500

    1. Pilih salah satu tentang kelebihanan dan kekurangan aliran pendapat hukum islam !
    Jawab
    Islam agama yang paling sempurna lengkap dengan pemikiran segala aspek-aspek kehidupan termasuk dalam bernegara. Dalam bernegara focus memakai sistem ketatangaraan Islam tidak memakai atau meniru ketatanegaraan barat.

    1.Kelebihannya
    Hukum Islam tidak menganut sistem ketatanegaraan. Hukum Islam timbul dari beberapa pendapat yang telah di akui dan dipercaya oleh penganut seperti pendapat aliran hukum islam. Hukum Islam berlaku bagi orang islam dimanapun ia berada.
    - Hukum Islam tidak bisa berubah- ubah dan konsisten yang memuat dari hasil Ijtihad para ahli hukum islam berdasarkan Al-Quran dan As-sunnah Nabi Besar Muhammad SAW.
    - Sanksi yang telah ditetapkan dan di akui bersifat zawajir yang sifatnya membuat jera didunia. Dan zawabir juga menghapus dosa di akhirat.

    2. Kekurangannya
    - Dalam sistem pidana islam peluang permainan hukum dam dan peradilan sangat kecil karena sistem pidana islam itu bersifat spiritual yakni mewujudkannya berarti bertaqwa kepada Allah SWT.
    - Ketika manusia menerapakan pidana penjara untuk mencuri yaitu pasal 362 KUHP, berarti ia tidak bertaqwa kepada Allah SWT karena ia tidak menjalankan sanksi ketetapan Allah SWT, tetapi sekedar sanksi bikinan manusia sesamanya.

  6. NAMA KELOMPOK : AKHMAD IDERIANI B1A010449
    MUHAMMAD SUPIAN B1A010428
    SURYO ADYTHIA B1A010499
    IRMA WAHYUNI B1A010419
    EKA MULYANA B1A010532
    SYARIFFUDIN NUR B1A010431
    RIO ARMADANI B1A010492

    Menolak islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak islam sebagai pengertian barat yang hanya menyalurkan hubungan manusia dengan tuhan. Islam menurut aliran ini tidak terdapat system ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika kehidupan bernegara.

    JAWAB:
    Sistem ketatanegaraan indonesiasesuai dengan aturan diatas mempunyai kelemahan / kekurangan sebagai berikut:
    1.dalam segi produk hokum
    Yang dimaksud disini sistem ketatanegaran Indonesia memekai system produk hukum penjajah (belanda) yang semula diperuntukan bagi orang-orang eropa (belanda) jadi dapat diketahui hukum islam masih sangat lemah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia sendiri Indonesia sendiri baik dari segi ekonomi,misi agama misi penegakan hokum.
    Dari segi agama dapat di ketahui penyebab Indonesia tidak memakai secara keseluruhan system hukum islam di karenakan belanda melancarkan frogram kristenisasi di negri jajahannya itulah sebab nya Indonesia hanya memakai hukum islam sbg tatanilai kehidupan bernegara
    2.dari segi penegak hukum
    Yg dimaksud di sini garis kordinasi vertical yang menjadi tatanan hukum fositf Indonesia yaitu dari pihak ke polisian, kejaksaan dan kehakiman. Sbg mana di ketahui upaya para pihak tersebut tidak maksimal karena piha tersebut jarang atau bahkan tidak menerima siraman rohani secara sistem matika

    3.dari segi sanksi
    Indonesia yang mayoritas pemeluk agama islam tidak memiliki prodok hukum nasional sendiri. Undang-undang yang di pakai masih berupa peninggalan belanda. Jadi secara otomatis sanki yang di berikan pun jauh dari sistem ketatanegaraan islam. Itulah penyebab nya mengapa sangsi di Indonesia masih kurang adil menurut sebagian masyarakat.

     System ketatanegaraan Indonesia yang mrupakan perpaduan beberapasistem dn salah satu nya iyalah hukum agama mempunyai beberapa kelebihan yang patut untuk di perhatikan berikut kelebihan dari system kektatanegaraan Indonesia yang memakai hukum agama islam sebagai beretika dalam bernegara.
    1. Indonesia sbg suatu Negara berdasarkan sa kostitutional mempunyai kelebihan di mata masyarakat maupun Negara lain memberikan kepastian hukum supremasi hukum dan penyelenggaraan Negara.
    2. System hukum Indonesia yang sekarang dipakai sangat kompleks mengingat MPR dapat memberhentikan presiden dalam masa jabatannya menurut undang undang.
    3. Jabatan eksekutif tidak dapat dijatuhkan antara presiden dan DPR.Presiden dan DPR hanya bekerja sama dalam pembuatan undang undang
    4. Jalannya pemerintahan cenderung stabil tidak terjadi krisis cabinet lainnya halnya dengan Negara Negara yang memakai hukum islam secara keseluruhan.

     Berikut pendapat seorang ahli mengenai system ketata negaraan Indonesia:
    Lawrence M.Fredman
    “Sistem hukum di Indonesia memiliki system yang unik dimana system hukum yang di bangun melalui proses penemuan, pengembangan, adaptasi, bahkan kompromi ari beberapa system yang telah ada”

  7. Tugas Hukum Islam
    Reguler B
    Anggota Kelompok :
    1. Lita Handayani B1A012436
    2. Suhana B1AO12476
    3. Suriana B1A012477
    4. Gita Asmara Dina B1A012474
    5. Renny Karina Sari B1A012465
    6. Noor Ain B1A012481
    7. Ali Impron B1A012411

    Menurut pendapat kami adalah aliran yang ke-3 ,
    Yaitu menolak islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak islam sebagai pengertian barat yang hanya menyalurkan hubungan manusia dengan tuhan, islam meurutkan aliran ini tidak terdapat seperangkat tata nilai etika kehidupan bernegara.
    Pendapat kami memilih aliran yang ke-3 karena, agama islam seperti pengertian barat tidak ada hubungan dengan urusan kenegaraan. Nabi diutus untuk menuju kehidupan mulia menjunjung budi perkerti luhur dan tidak pernah dimaksudkan untuk mendirikan dan mengepalai suatu negara.
    Beberapa negara di dunia masih menganggap bahwa urusan agama terpisah dengan urusan kehidupan sehari-hari padahal dalam islam hal tersebut tidak diajarkan. Dalam islam, sejak bangun tidur pagi hingga kita mau tidur kembali, kita selalu bersinggungan dengan agama seperti “berdoa”.
    Menolak islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak islam sebagai pengertian barat yang hanya menyalurkan hubungan manusia dengan tuhan. Islam menurut aliran ini tidak terdapat sistem ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat tata nila etika kehidupan negara.
    Dan menurut ahli berpendapat : “harus dipertanyakan kembali tujuan hidupnya apa kita telah mengenal islam sebagai satuan sistem yang mengikat dan mengatur setiap lini kehidupan. Apabila ada seseorang yang menolak islam secara sistem maka sisitem apakah yang menjadi landasan hidupnya.”
    “dan aliran yang ke-3 ini sangat memepertegas, bahwa kedudukan hukum islan dan kedudukan negara sangat dibedakan atau tidak berkaitan, yang dimana hukum islam berpegang pada peraturannya sendiri, dan negara bepegang pada peraturannya sendiri .”

  8. Nama Kelompok
    1. Nayogi Maulana Hanafi B1A010421
    2. Intan Kurnia B1A010521
    3. M. Sofa B1A010433

    KOMENTAR :
    Keberadaan negara amat penting dalam rangka me­ngurus dan mengayomi umat. Tanpa negara umat tidak akan mungkin mewujudkan cita-cita sosial-politik dan keadilan sosial, melaksanakan hukum Islam, menciptakan sistem pendidikan Islam dan mempertahankan kebudayaan Islam dari penyelewengan-penyelewengan, baik dari dalam maupun serangan–serangan dari luar.

    Negara yang tidak kons­titusional dapat menyebabkan masyarakat tidak berdaya menghadapi penguasa yang kejam. Akhirnya Islam di­anggap hanya ibadah (ritual) belaka dan ilusi semata. Selain itu, janji Islam sebagai pe­tunjuk bagi kebahagiaan ma­nusia di dunia dan akhirat belum dapat dibuktikan secara optimal.

    Memang, secara global di dunia Islam dewasa ini, ada tiga aliran yang berkembang mengenai hubungan antara Islam dan negara. Pertama, aliran yang berpendirian bahwa Islam bukanlah se­mata-mata agama, dalam pengertian hanya menyangkut hubungan dengan Tuhan be­laka. Islam adalah satu agama yang sempurna dan lengkap, mencakup pengaturan bagi semua aspek kehidupan ma­nusia, termasuk kehidupan bernegara. Tegasnya, sistem kenegaraan harus sepenuhnya mengacu pada Islam. Tokoh-tokoh utama aliran ini, antara lain, Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, Muhammad Rasyid Ridha, dan Abul A’la al-Maududi.

    Kedua, aliran yang ber­pendapat bahwa Islam adalah agama semata-mata, yang tidak ada hubungannya de­ngan kenegaraan. Nabi hanya seorang Rasul semata, bukan sebagai kepala negara. Tokoh aliran ini yang terkemuka di antaranya Ali Abd Al-Raziq dan Thaha Husein.

    Ketiga, aliran yang ber­pendirian bahwa dalam Islam tidak terdapat sistem ke­negaraan, tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika dan prinsip-prinsip bagi kehi­dupan bernegara. Di antara para tokoh aliran ini ialah Muhammad Husein Haikal.

    Menurut para politikus Muslim, dalam negara se­yogia­nya prinsip-prinsip dasar syari’ah diimplemen­tasikan. Nilai-nilai syari’at Islam direalisir dalam ke­hidupan berbangsa dan ber­negara secara harmonis dalam kon­teks pluralisme sosial. Karena secara politis, syari’ah adalah sumber nilai yang memberi corak dari dinamika perkem­bangan politik dan negara yang ideal yang dicita-citakan. Ini be­rarti suatu keharusan me­m­­­bumi­kan syari’ah Islam menghendaki betapa urgen­nya pemerintahan dalam Islam, yang ditegakkan de­ngan prin­sip-prinsip syari’ah, yang mencakup nilai-nilai keadilan, kebenaran, kejuju­ran, dan kesejahteraan masyarakat.

    Negara dalam pandangan Islam merupakan otoritas syari’ah terhadap seluruh manusia, baik terhadap ka­langan penguasa maupun terhadap massa rakyat, yang prinsip-prinsipnya dirumuskan oleh Allah yang disampaikan oleh Nabi kepada manusia yang termaktub dalam Al­quran dan Sunnah serta di­jabar­kan dalam penafsiran-penafsiran ulama, yang secara sosiologis ditegakkan oleh kekuatan-kekuatan yang dipercayai.

    Lebih khas, bagi setiap Muslim, negara itu adalah alat (agency) untuk mereali­sasikan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi, untuk mencapai keridhaan Allah kesejahteraan duniawi dan ukhrawi, serta menjadi rah­mat bagi sesama manusia dan alam lingkungannya. Tujuan negara itu adalah me­wujud­kan kesejahteraan, akan lebih tepat dikatakan, kesejah­teraan masyarakat universal di dunia dan akhirat. Sedang­kan ikatan antara penguasa dan rakyat adalah berdasar­kan atas dorongan batin, yakni keyakinan kepada Allah dan kehidupan akhirat nanti.

    Tugas-tugas suatu negara dalam konsepsi Islam ada dua macam. Pertama, berupa tu­gas-tugas yang hanya di­miliki secara khas oleh negara yang konstitusinya berdasar syari’ah. Tugas ini dirancang agar syari’ah terpelihara dan tujuan-tujuannya terlaksana apabila peraturan-pe­raturan­nya ditaati.

    Misalnya, mengurus pelak­sanaan salat jemaah, pendis­tribusian zakat, melak­sana­kan hudud, menegakkan kea­dilan (al-qadha’), mengawasi pasar (hisbah), menangani penye­lewengan-penyelewengan di dalam timbangan, ukuran; kesusilaan dan kesopanan masyarakat, serta melak­sana­kan jihad untuk mem­berantas kemunkaran dan kezaliman yang meresahkan masyarakat.

    Kedua, tugas-tugas yang juga dimiliki pula oleh negara pada umumnya. Secara his­toris, ke dalam tugas-tugas ini tercakup tugas-tugas me­ngangkat kepala negara, men­teri, panglima, hakim, dan lain sebagainya; tugas mengawasi dan mengatur lembaga-lem­baga hukum; menyeleng­gara­kan pendidikan dan adminis­trasi pemerintahan; tugas di bidang perpajakan dan ke­uangan; dan tugas-tugas serta fungsi-fungsi lain yang diang­gap perlu demi kepentingan masyarakat.

    Kepala negara, dalam konsepsi Islam, dipilih ber­dasarkan kualifikasi dan spesifikasi tertentu. Syarat-syarat dan kualifikasi pokok bagi jabatan kepala negara tersebut, selain memiliki syarat moral dan intelektual, adalah kejujuran (amanah); kecakapan atau mempunyai otorisasi dalam mengelola negara dengan pengawasan-pengawasan dari kelompok pemerintahannya (quwwah); dan keadilan (‘adalah)—seba­gai manifestasi kesalehan.

    Oleh karena itu, format suatu negara yang me­ngim­ple­­mentasikan nilai-nilai syari’ah dalam kehidupan sosial meru­pakan suatu ben­tuk tata politik dan kultural dengan prinsip-prinsip yang permanen dan sistem yang dinamis. Umat manusia dapat terhindar dari fluktuasi yang tak berkesu­dahan: dewasa, layu, hancur, dan lahir kem­bali. Umat dapat menghindari perubahan-pe­rubahan sejarah ini dengan menggunakan dan mentaati sistem sosio-kultural Islam, termasuk subsistem politisnya.

    Al-Ghazali, seorang tokoh hukum dan spiritualis Islam, misalnya dalam teorisasi kenegaraan mengutamakan perpaduan moral (agama) dengan kekuasaan. Negara itu, dipimpin oleh manusia biasa, tetapi harus mem­punyai moral yang baik. Unsur agama mesti diperoleh dan dipertahankan dalam negara.

    Eksistensi agama dalam negara dan kaitannya dengan otoritas kepala negara di­ibarat­kan al-Ghazali sebagai anak kembar. Agama adalah suatu fondasi, sedangkan kepala negara adalah pen­jaganya. Sesuatu yang tanpa fondasi akan mudah runtuh dan suatu fondasi tanpa penjaga akan hilang.

    Atas dasar itu, menurut al-Ghazali, asal-usul dan keberadaan negara meru­pakan suatu keharusan bagi ketertiban dunia. Ketertiban dunia merupakan keharusan bagi ketertiban agama.

    Se­dang­kan ketertiban agama amat penting untuk mencapai kesejahteraan akhi­rat kelak. Secara syar’i, pe­ngang­katan kepala negara yang mampu mengelola peme­rintahan se­cara efektif meru­pakan suatu keharusan yang tak bisa diabaikan.

    Dengan demikian, negara sangat penting artinya dalam mewujudkan ketertiban dunia dan perdamaian. Keberadaan negara sangat urgen dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara secara efektif dan merupakan suatu perang­kat untuk mensosialisasikan syari’at Islam.

  9. NAMA KELOMPOK :
    ARBAINAH B1A010438
    SARIANDO SIMBOLON B1A010461
    REZA PAHLAWAN B1A010460
    ZULKARNADI PRATAMA B1A010517
    HIJRATURRAUDIAH B1A010531

    Menolak islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak islam sebagai pengertian barat yang hanya menyalurkan hubungan manusia dengan tuhan. Islam menurut aliran ini tidak terdapat system ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika kehidupan bernegara.

    JAWAB:
    Sistem ketatanegaraan indonesiasesuai dengan aturan diatas mempunyai kelemahan / kekurangan sebagai berikut:
    1.dari segi sanksi
    Indonesia yang mayoritas pemeluk agama islam tidak memiliki prodok hukum nasional sendiri. Undang-undang yang di pakai masih berupa peninggalan belanda. Jadi secara otomatis sanki yang di berikan pun jauh dari sistem ketatanegaraan islam. Itulah penyebab nya mengapa sangsi di Indonesia masih kurang adil menurut sebagian masyarakat.
    2.dari segi penegak hukum
    Yg dimaksud di sini garis kordinasi vertical yang menjadi tatanan hukum fositf Indonesia yaitu dari pihak ke polisian, kejaksaan dan kehakiman. Sbg mana di ketahui upaya para pihak tersebut tidak maksimal karena piha tersebut jarang atau bahkan tidak menerima siraman rohani secara sistem matika

    3.dalam segi produk hokum
    Yang dimaksud disini sistem ketatanegaran Indonesia memekai system produk hukum penjajah (belanda) yang semula diperuntukan bagi orang-orang eropa (belanda) jadi dapat diketahui hukum islam masih sangat lemah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia sendiri Indonesia sendiri baik dari segi ekonomi,misi agama misi penegakan hokum.
    Dari segi agama dapat di ketahui penyebab Indonesia tidak memakai secara keseluruhan system hukum islam di karenakan belanda melancarkan frogram kristenisasi di negri jajahannya itulah sebab nya Indonesia hanya memakai hukum islam sbg tatanilai kehidupan bernegara
     System ketatanegaraan Indonesia yang mrupakan perpaduan beberapasistem dn salah satu nya iyalah hukum agama mempunyai beberapa kelebihan yang patut untuk di perhatikan berikut kelebihan dari system kektatanegaraan Indonesia yang memakai hukum agama islam sebagai beretika dalam bernegara.
    1. Jalannya pemerintahan cenderung stabil tidak terjadi krisis cabinet lainnya halnya dengan Negara Negara yang memakai hukum islam secara keseluruhan.
    2. Jabatan eksekutif tidak dapat dijatuhkan antara presiden dan DPR.Presiden dan DPR hanya bekerja sama dalam pembuatan undang undang
    3. System hukum Indonesia yang sekarang di pakai sangat kompleks pengingat DPR dapat memberhentikan president dalam masa jabatannya menurut UU.
    4. Indonesia sbg suatu Negara berdasarkan sa kostitutional mempunyai kelebihan di mata masyarakat maupun Negara lain memberikan kepastian hukum supremasi hukum dan penyelenggaraan Negara.

     Berikut pendapat beberapa ara ahli mengenai sitem ketataegaraan Indonesia :

    1. L JAMES HARVERY
    Menurutnya system ini adalah prosedur logis dan rasional untik merancang sesuatu rangkayan komponen yang berhubungan satu dgn yang lain dgn maksud berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah di tentukan
    2. JOHN MC MANAMA
    Menurutnya system ini adalah sebagai struktur konseftual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sbg kesatuan organic untuk mencapai suatu hasil yang di inginkan secara efektif dan efesien
    3. CW CHURCHMAN
    Menuerutnya sestem ini adalah seperangkat bagian yang di kordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan………

  10. Ahmad Erpanor Safitri B1A012470 IMuhammad Rasyid Ridha B1A012455
    Islam agama yang sempurna lengkap dengan peraturan segala aspek kehidupan termasuk dalam bernegara. dalam bernegara harus memakai sisten ketatanegaraan islam tidak meniru ketatanegaraan barat

    Karena sistem ketatanegaraan islam semua syariat islam yang terkait dg permasalahan sosial kenegaraan dan budaya untuk menyukseskan pembangunan bangsa negara yang sejahtera adil dan makmur. Pemerintahan islam tidak berbentuk pemerintahan federasi melainkan berbentuk kesatuan. karena itu sistem pemerintahan islam merupakan sistem yang berbeda dg sistem ketatanegaraan lainnya karena islam adalah agama yang sempurna

  11. Anggota kelompok Reg B

    M Yazid Anjari B1A012416
    Adhitya Prasetiyawan B1A012462
    Achmad Abdi B1A012406
    M Renaldy Yamin B1A012440
    Agust Hadi Chandra B1A012475
    Arzan B1A012445
    Narendra Hidayat B1A012425

    Islam agama yg sempurna lengkap dengan pengaturan segala aspek kehidupan termasuk dalam bernegara. Dalam bernegara harus memakai sistem ketatanegaraan islam tidak meniru ketatanegaraan barat.

    Karena sistem ketatanegaraan islam melaksanakan semua syariat islam yg terkait dengan permasalahan sosial-kenegaraan, tatanan ekonomi dan budaya untuk menyukseskan pembangunan bangsa negara yg sejahtera dan aman. Syariat sosial islam memberikan dampak positif bagi bangsa yg melaksanakan nya.

    Sistem pemerintahan islam juga tidak berbentuk federasi, melainkan berbentuk kesatuan. Karena itu, sistem pemerintahan islam adalah sistem yg berbeda sama sekali dengan sistem-sistem yg telah populer lain nya saat ini.

  12. Tugas Hukum islam 02/11/13
    Nama dan Nim Kelompok :
    1. Siti Hajjatul Ma’wa : B1A010538
    2. M.Khairullah : B1A010493
    3. Anne Silaban : B1A010469
    4. Mentari : B1A010522
    5. A. Zakiri Maulana : B1A010511
    6. Desti Roy Shandy B1A010518
    7. Fajrian Noor : B1A010501

    KELEBIHAN ISLAM YANG SEMPURNA
    Pertama, agama-agama sebelumnya ditujukan kepada kelompok manusia tertentu dan jaman tertentu. Sedangkan Islam ditujukan kepada seluruh umat manusia hingga hari kiamat .

    Para Rasul terdahulu (sebelum Rasulullah Saw) diutus khusus untuk kaum mereka. Allah SWT mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum ‘Aad (lihat Qs. al-A’râf [7]: 65). Kepada kaum Tsamud Allah SWT mengutus Nabi Shalih a.s. (lihat Qs. al-A’râf [7]: 73). Nabi Syu’aib a.s. diutus kepada kaumnya, penduduk Madyan (lihat Qs. al-A’râf [7]: 85). Dan khusus kepada kaum Yahudi Bani Israil Allah SWT mengutus Nabi-nabi di kalangan mereka seperti Yusuf a.s., Musa a.s., Dawud a.s., Sulaiman a.s., Isa a.s. dan lain-lain.

    Namun setelah itu para pengikutnya mengabaikan risalah rasul-Nya itu, dan mengubah pemikiran-pemikiran dari risalah yang mereka terima itu setelah Rasul mereka wafat. Allah SWT mengabadikan salah satu tindakan mereka mengubah pemikiran risalah Allah yang dibawa Nabi mereka itu. Dia SWT berfirman:

    “(Tetapi) karena mereka melanggar janji mereka, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihart kekhianatan mereka kecuali sedikit dari mereka (yang tidak berkhianat)…” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 13) .

    Sedangkan Nabi Muhammad Saw diutus kepada seluruh umat manusia hingga hari kiamat. Beliau adalah penutup para nabi. Allah SWT berfirman:

    “Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua…” (Qs. al-A’râf [7]: 158).

    “Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Qs. Saba [34]: 28).

    Juga fiman-Nya:

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (Qs. al-Ahzab [33]: 40).

    Kedua, risalah-risalah Rasul terdahulu hanya memecahkan beberapa bagian tertentu dari persoalan kehidupan manusia seperti akidah, ibadah, hubungan laki-laki dan wanita atau persoalan makanan. Sedangkan syariat Islam hadir untuk memecahkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik interaksi manusia dengan Tuhan nya, hubungan dia dengan dirinya sendiri, dan interaksinya dengan orang lain.

    Syariah Islam mengandung hukum-hukum Islam terhadap masalah-masalah aqidah dan ibadah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT al Khalik, Sang Pencipta, agar jelas keyakinan manusia kepada-Nya dan agar benar tatacara beribadah kepada-Nya. Syariah Islam juga mengandung hukum-hukum Allah SWT tentang akhlak, pakaian, dan makanan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Juga syariah Islam mengandung hukum-hukum muamalah seperti jual beli, sewa menyewa, akad perusahaan, dan berbagai masalah ekonomi baik mikro maupun makro; hukum-hukum berkaitan dengan masalah politik ketatanegaraan serta pertahanan dan keamanan; hukum-hukum yang berkaitan dengan sanksi-sanksi atas pelanggaran hukum dan tata cara peradilan; yang kesemuanya itu mengatur hubungan manusia yang satu dengan manusia lainnya dalam pergaulan di masyarakat. Kelengkapan syariah Islam itu ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku, dan telah Kuridlai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 3).

    Ketiga, mukjizat para rasul terdahulu bersifat temporal, akan berhenti dan lenyap bersamaan dengan wafatnya rasul tersebut. Misalnya, mukjizat tongkat nabi Musa, tongkat itu hilang ditelan bumi. Tongkat yang memiliki berbagai keistimewaan itu tidak ditemukan lagi hari ini. Demikian juga mukjizat kemampuan menghidupkan orang mati yang dimiliki Nabi Isa, hilang bersama hilangnya Nabi tersebut dari muka bumi. Mukjizat Nabi Sulaiman berupa kemampuannya menundukan burung, jin dan angin, juga telah sirna tiada muncul kembali. Serta mukjizat unta betinanya Nabi Shalih yang menghasilkan susu yang melimpah ruah pun musnah tak bisa diperbaharui. Sedangkan mukjizat Nabi Muhammad saw bersifat kekal dan abadi sampai Hari Kiamat. Mukjizat itu al-Qur’an al-Karim yang menantang manusia untuk membuat yang serupa dengannya. Kitab al-Qur’an yang kita baca hari ini adalah al-Qur’an yang dibacakan dan disampaikan oleh Rasulullah Saw 15 abad yang lalu. Dan jutaan kitab al-Qur’an yang tersebar di seluruh penjuru duani dan ada dari masa ke massa adalah duplikasi tanpa penambahan dan pengurangan dari al-Qur’an yang diterima oleh para sahabat dari beliau Saw di Makkah dan Madinah saat beliau Saw masih hidup dan mendapatkan wahyu dari langit. Inilah satu-satunya kitab yang dijanjikan oleh Allah untuk dipelihara (dijaga) seperti dalam firman-Nya:

    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an dan Kami pulalah yang akan menjaganya.” (Qs. al-Hijr [15]: 9).

    KELEBIHAN ISLAM DALAM KETATANEGARAAN
    a. Hukum Islam sebagai sumber persuasif, yang dalam hukum konstitusi disebut dengan persuasisive source, yakni bahwa suatu sumber hukum baru dapat diterima hanya setelah diyakini.
    b. Hukum Islam sebagai sumber otoritatif, yang dalam hukum konstitusi dikenal dengan outheriotative source, yakni sebagai sumber hukum yang langsung memiliki kekuatan hukum.

    KEKURANGAN ISLAM DALAM KETATANEGARAAN
    a. Hukum islam dapat berlaku jika telah di resepsi hukum adat
    b. Hukum islam tidak berlaku di indonesia, karena indonesia mengambil sistem jalan modeler yang mengkompromikan 2 sistem yaitu :
    - sistem yang masih mengakui syariah sebagai hak asasi
    - sistem yang meninggalkan syariah dan mengganti dengan hukum yang sama sekali skuler (budaya)
    c. islam hanya memikirkan hubungan terhadap tuhan, sedangkan di indonesia terdapat banyak budaya berbeda-beda dari zaman nenek moyang.
    d. Islam juga memiliki banyak pandangan yang berbeda dalam hal Fiqih, contoh nya seperti kaum sunni dan syiah

  13. Tugas Hukum islam 02/11/13
    Nama dan Nim Kelompok :
    1. Siti Hajjatul Ma’wa : B1A010538
    2. M.Khairullah : B1A010493
    3. Anne Silaban : B1A010469
    4. Mentari : B1A010522
    5. A. Zakiri Maulana : B1A010511
    6. Desti Roy Shandy B1A010518
    7. Fajrian Noor : B1A010501

    KELEBIHAN ISLAM YANG SEMPURNA
    Pertama, agama-agama sebelumnya ditujukan kepada kelompok manusia tertentu dan jaman tertentu. Sedangkan Islam ditujukan kepada seluruh umat manusia hingga hari kiamat .

    Para Rasul terdahulu (sebelum Rasulullah Saw) diutus khusus untuk kaum mereka. Allah SWT mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum ‘Aad (lihat Qs. al-A’râf [7]: 65). Kepada kaum Tsamud Allah SWT mengutus Nabi Shalih a.s. (lihat Qs. al-A’râf [7]: 73). Nabi Syu’aib a.s. diutus kepada kaumnya, penduduk Madyan (lihat Qs. al-A’râf [7]: 85). Dan khusus kepada kaum Yahudi Bani Israil Allah SWT mengutus Nabi-nabi di kalangan mereka seperti Yusuf a.s., Musa a.s., Dawud a.s., Sulaiman a.s., Isa a.s. dan lain-lain.

    Namun setelah itu para pengikutnya mengabaikan risalah rasul-Nya itu, dan mengubah pemikiran-pemikiran dari risalah yang mereka terima itu setelah Rasul mereka wafat. Allah SWT mengabadikan salah satu tindakan mereka mengubah pemikiran risalah Allah yang dibawa Nabi mereka itu. Dia SWT berfirman:

    “(Tetapi) karena mereka melanggar janji mereka, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihart kekhianatan mereka kecuali sedikit dari mereka (yang tidak berkhianat)…” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 13) .

    Sedangkan Nabi Muhammad Saw diutus kepada seluruh umat manusia hingga hari kiamat. Beliau adalah penutup para nabi. Allah SWT berfirman:

    “Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua…” (Qs. al-A’râf [7]: 158).

    “Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Qs. Saba [34]: 28).

    Juga fiman-Nya:

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (Qs. al-Ahzab [33]: 40).

    Kedua, risalah-risalah Rasul terdahulu hanya memecahkan beberapa bagian tertentu dari persoalan kehidupan manusia seperti akidah, ibadah, hubungan laki-laki dan wanita atau persoalan makanan. Sedangkan syariat Islam hadir untuk memecahkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik interaksi manusia dengan Tuhan nya, hubungan dia dengan dirinya sendiri, dan interaksinya dengan orang lain.

    Syariah Islam mengandung hukum-hukum Islam terhadap masalah-masalah aqidah dan ibadah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT al Khalik, Sang Pencipta, agar jelas keyakinan manusia kepada-Nya dan agar benar tatacara beribadah kepada-Nya. Syariah Islam juga mengandung hukum-hukum Allah SWT tentang akhlak, pakaian, dan makanan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Juga syariah Islam mengandung hukum-hukum muamalah seperti jual beli, sewa menyewa, akad perusahaan, dan berbagai masalah ekonomi baik mikro maupun makro; hukum-hukum berkaitan dengan masalah politik ketatanegaraan serta pertahanan dan keamanan; hukum-hukum yang berkaitan dengan sanksi-sanksi atas pelanggaran hukum dan tata cara peradilan; yang kesemuanya itu mengatur hubungan manusia yang satu dengan manusia lainnya dalam pergaulan di masyarakat. Kelengkapan syariah Islam itu ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku, dan telah Kuridlai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 3).

    Ketiga, mukjizat para rasul terdahulu bersifat temporal, akan berhenti dan lenyap bersamaan dengan wafatnya rasul tersebut. Misalnya, mukjizat tongkat nabi Musa, tongkat itu hilang ditelan bumi. Tongkat yang memiliki berbagai keistimewaan itu tidak ditemukan lagi hari ini. Demikian juga mukjizat kemampuan menghidupkan orang mati yang dimiliki Nabi Isa, hilang bersama hilangnya Nabi tersebut dari muka bumi. Mukjizat Nabi Sulaiman berupa kemampuannya menundukan burung, jin dan angin, juga telah sirna tiada muncul kembali. Serta mukjizat unta betinanya Nabi Shalih yang menghasilkan susu yang melimpah ruah pun musnah tak bisa diperbaharui. Sedangkan mukjizat Nabi Muhammad saw bersifat kekal dan abadi sampai Hari Kiamat. Mukjizat itu al-Qur’an al-Karim yang menantang manusia untuk membuat yang serupa dengannya. Kitab al-Qur’an yang kita baca hari ini adalah al-Qur’an yang dibacakan dan disampaikan oleh Rasulullah Saw 15 abad yang lalu. Dan jutaan kitab al-Qur’an yang tersebar di seluruh penjuru duani dan ada dari masa ke massa adalah duplikasi tanpa penambahan dan pengurangan dari al-Qur’an yang diterima oleh para sahabat dari beliau Saw di Makkah dan Madinah saat beliau Saw masih hidup dan mendapatkan wahyu dari langit. Inilah satu-satunya kitab yang dijanjikan oleh Allah untuk dipelihara (dijaga) seperti dalam firman-Nya:

    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an dan Kami pulalah yang akan menjaganya.” (Qs. al-Hijr [15]: 9).

    KELEBIHAN ISLAM DALAM KETATANEGARAAN
    a. Hukum Islam sebagai sumber persuasif, yang dalam hukum konstitusi disebut dengan persuasisive source, yakni bahwa suatu sumber hukum baru dapat diterima hanya setelah diyakini.
    b. Hukum Islam sebagai sumber otoritatif, yang dalam hukum konstitusi dikenal dengan outheriotative source, yakni sebagai sumber hukum yang langsung memiliki kekuatan hukum.

    KEKURANGAN ISLAM DALAM KETATANEGARAAN
    a. Hukum islam dapat berlaku jika telah di resepsi hukum adat
    b. Hukum islam tidak berlaku di indonesia, karena indonesia mengambil sistem jalan modeler yang mengkompromikan 2 sistem yaitu :
    - sistem yang masih mengakui syariah sebagai hak asasi
    - sistem yang meninggalkan syariah dan mengganti dengan hukum yang sama sekali skuler (budaya)
    c. islam hanya memikirkan hubungan terhadap tuhan, sedangkan di indonesia terdapat banyak budaya berbeda-beda dari zaman nenek moyang.
    d. Islam juga memiliki banyak pandangan yang berbeda dalam hal Fiqih, contoh nya seperti kaum sunni dan syiah

  14. “TUGAS HUKUM ISLAM”

    Nama Kelompok:
    FITRIAN NOOR B1A010095

    Ada 3 aliran pendapat :
    1.
    Islam agama yang sempurna, lengkap dengan pengaturan segala
    aspek kehidupan termasuk dalam bernegara. Dalam bernegara
    harus memakai sistem ketatanegaraan Islam, tidak meniru
    ketatanegaraan barat.
    2.
    Islam agama seperti pengertian barat, tidak ada hubungan dengan
    urusan kenegaraan. Nabi diutus untuk menuju kehidupan mulia
    menjunjung budi pekerti luhur, dan tidak pernah dimaksudkan untuk
    mendirikan dan mengepalai suatu negara.
    3.
    menolak Islam sebagai agama yang lengkap tapi juga menolak
    Islam sebagai pengertian barat yang hanya menyalurkan hubungan
    manusia dengan Tuhan. Islam menurut aliran ini tidak terdapat
    sistem ketatanegaraan tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika kehidupan bernegara.

    KOMENTAR KELOMPOK

    Kami lebih condong mengomentari dan mengkritisi pendapat-pendapat Islam Liberal dan Sekuler sebenarnya pemahaman ini adalah tujuan barat untuk memecah belah Islam.
    “Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (QS. At-Taubah:32)

    Pendahuluan

    Mafhum mukhalafah (pemahaman makna secara berlawanan dari yang tersurat)dari kriteria ini dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak fundamentalis bagi Barat adalah orang Islam yang meninggalkan syariat Islam, tidak concern dengan masalah umat Islam, dan tidak bercita-cita membangun kembali kegemilangan Islam. Sehingga sejatinya yang menjadi ancaman bagi Barat bukanlah Muslim “fundamentalis”, tapi kebangkitan Islam itu sendiri.
    Di Barat, sekularisme, modernisme dan liberalisme berjalan seiring. Ketiga pemikiran itu faktanya memang menjadi solusi bagi masyarakat Barat sehingga bisa maju dan modern seperti saat ini. Itu bisa dimaklumi karena memang mereka telah menderita akibat pemerintahan kuku besi Gereja yang telah membunuh sekitar 430.000 orang dan membakar hidup-hidup sekitar 32.000 orang atas alasan menentang kehendak Tuhan. Galileo, Bruno dan Copernicus adalah diantara contoh ilmuwan malang karena melontarkan ide yang bertentangan dengan ide Gereja yang kononnya berasal daripada Tuhan.
    Bahkan saking bernafsunya untuk melestarikan kekuasaan, gereja membentuk satu institusi pengadilan yang dikenal paling brutal di dunia, yaitu Mahkamah Inkuisisi. Ini pada akhirnya mengakibatkan pemberontakan terhadap kekuasaan Gereja yang berakhir dengan kemenangan bagi filsafat dan sains di dunia Barat.
    Dalam perkembangannya kemudian pasca kemenangan filsafat dan sains di Barat, mengakibatkan agama (Kristen) kemudian menjadi korban tekanan dan pembatasan. Agama hanya dibatasi menggarap masalah ibadah saja. Maka pemikiran sekularisme, modernisme, pluralisme, dan liberalisme itu pun menjadi obat mujarrab yang berhasil membawa masyarakat Barat dari era kegelapan (the dark age) ke era kebangkitan (renaissance) dan kemajuan (dalam persepsi Barat-bukan dalam persepsi Islam).
    Tapi Jika Di Masukan Ke Persepsi Islam Tidak Lah Tepat Islam Itu Bukan Liberal dan Sekuler Islam Itu Rahmatan Lil Alamin (rahmat bagi sekalian alam).
    Seringkali ajaran Islam sbg rahmatan lil ‘alamin disalahkaprahin dg : “Lemah Lembut” doang. Sehingga ketegasan konsep “hisbah dan Jihad” tidak dimasukkan dalam upaya “Rahmatan lil ‘alamin”. Paradigma salah kaprah tsb nyebabin Hukum Islam yg mulia berupa Hudud dan Qishosh tidak lagi dipandang sebagai bagian konsep Islam yg rahmatan lil’alamin Padahal pada hakikatnya, Hisbah dan Jihad, Hudud dan Qishosh adalah bentuk upaya “menyebarkan Rahmat-Nya” kpd semesta ‘alam..Fenomena tsb di atas disebabkan oleh masuknya faham Humanisme kebabablasan ke dalam pemikiran Islam yg dicekokkan secara intensive oleh mereka yg terjangkit Virus Sepilis. Humanisme Liberal yg mereka usung pada dasarnya memang untuk mementahkan ajaran Islam yg mereka anggap fundamental.Sahabat, semoga Alloh senantiasa menjaga “pemahaman dan pemikiran kita” sehingga tetap dijalan yg lurus dan terhindar dari terjangkit virus SEPILIS (Sekulerisme Pluralisme Liberalisme.)

    NAMA KELOMPOK :

    -FITRIAN NOOR : BIA010095

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>